Marketing

82 views

TEORI BELAJAR HUMANISTIK

Humanistik dipelopori oleh Carl Rogers dan Abraham Malslow, Menurut Rogers semua manusia lahir membawa dorongan untuk merahih sepenuhnya apa yang diinginkan dan berperilaku dalam cara konsisten menurut diri mereka sendiri. Teori humanistik lebih
of 2

Please download to get full document.

View again

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Previous:

.PDF

Share
Transcript
   Nama : WAHYU HENDRA UTAMA  NIM : 201710070311054 TEORI BELAJAR BELAJAR HUMANISTIK Husamah, Pantiwati, Y, Restina, A & Sumarsono, P.2016.  Belajar dan Pembelajaran. Malang. Universitas Muhammadiyah Malang A.   Belajar Dalam Pandangan Humanistik Humanistik dipelopori oleh Carl Rogers dan Abraham Malslow, Menurut Rogers semua manusia lahir membawa dorongan untuk merahih sepenuhnya apa yang diinginkan dan berperilaku dalam cara konsisten menurut diri mereka sendiri. Teori humanistik lebih mengedepankan sisi humanis manusia dan tidak mrnuntut  jangka waktu bagi pembelajar mencapai pemahaman yang diinginkan. Pada intinya teori ini menekankan pada isi/materi yang harus dipelajari dari pada proses agar membentuk manusia seutuhnya. B.   Pandangan Abraham Maslow(Kepribadian Humanistik) Aliran ini menolak paham yang menyatakan bahwa manusia hanya semata sebagai hasil bawaan atau lingkungan sepenuhnya. Sebaliknya, aliran ini menyatakan bahwa setisp individu memiliki kebebasan untuk memilih, menentukan tindakannya dan nasibnya sebagai konsekuensi atas eksistensinya. Oleh sebab itu teori ini mengatakan bahwa keperibadian dan pengalaman adalah hal positif dan sering membuat indiviidu merubah arah hidupya menuju perilaku masa depan yang  positif. C.   Pandangan Carl Rogers Terhadap Belajar Teori belajar Carl Rogers merupakan salah satu teori belajar humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Aplikasi teori humanistik Rogers adalah dalam pembelajarn adalah guru lebih mengarahkan siswa untuk  berfikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar. D.   Pandangan Kolb Terhadap Belajar Menurut Kolb, belajar merupakan suatu perkembangan melalui 3 fase yaitu,  pengumpulan pengetahuan (acquisition),  pemutusan perhatian pada bidang tertentu (specialization), dan meharuh minat pada bidang yang kurang diminati sehingga muncul minat dan pengetahuan baru. Menurut Kolb siklus belajar terjadi secara  berkesinambungan dan berlangsung diluar kesadaran siswa. E.   Pandangan Honey dan Mumford Terhadap Belajar Pandangan Honey dan Mumford tentang belajardiilhami oleh Kolb mengenai tahap-tahap yang dipaparkan Kolb. Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan orang yang belajar kedalam empat macam atau golongan, yaitu kelompok aktivis, kelompok reflektor, kelompok teoristis dan golongan pragmaris. F.   Pandangan Habermas Terhadap Belajar Hebermas berpendapat bahwa belajar baru akan terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya, yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosialnya sebab antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Habermas juga menyatakan bahwa  beajar menjadi bermakna apabila dalam proses kegiatan belajar (interaksi antara   pendidik dan siswa) terjadi secara multi arah, terpadu dan berorientasi pada kepentingan siswa atau  student centered learning teacher  bukannya teacher centered.  G.   Pandangan Bloom dan Krathwohl Bloom dan Krathwohl lebih menekankan perhatiannya pada apa yang mesti dikuasai oleh individu (sebagai tujuan belajar). Dalam taksonomi Boolm adalah struktur hirarki yang mendidentifikasi skill mulai dari tingkat rendah hingga tinggi. Boolm dan Karthwohl menunjukan apa yang dikuasai siswa tercakup menjadi tiga kawasan, yaitu kawasan kognitif, afektif dan psikomotorik. H.   Pandangan Combs Menurut teori Combs peranan siswa lebih dominan, karena guru terfokus pada fasilitator yang coba memberikan arahan kepada siswa. Siswa bwrpwran sebagai  pelaku utama yang memakai proses pengalamannya sendiri. Diharapkannya siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dam meminimalkan potensi dirinya, tujuan pembelajaran lebih kepada proses  belajarnnya daripada hasil belajar.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks