Music & Video

49 views

Sistem pendidikan nasional

Sistem pendidikan nasional
of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Tags
Transcript
  Buku Biru BAB I Problematika Pendidikan dan cara Pemecahannya 1 SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Undang-undang tentang pendidikan yang pernah dikeluarkan oleh Pemerintah antara lain :    Undang-Undang No. 4 tahun 1950 tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah    Undang-Undang No. 12 tahun 1954 yang mengatur pendidikan nasional dari jenjang  pendidikan dasar (termasuk pra sekolah) sampai pendidikan atas.    Undang-Undang No. 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi    Undang-Undang No. 19 PNSP tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Sistem Pendidikan  Nasional Pancasila    Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional masih berlaku sampai dengan saat ini. Undang-Undang No. 2 tahun 1989 mengatur seluruh seluk beluk  pendidikan di Indonesia sehingga wajib ditaati oleh seluruh masyarakat, pendidik dan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan sekolah. PENGERTIAN (1)   Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan  bimbingan, pengajaran, dan atau latihan di masa yang akan datang. (2)   Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia serta berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. (3)   Sistem Pendidikan Nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Undang-Undang No. 2 tahun 1989  pasal 4 mengatakan bahwa “Pendidikan nasional  bertujuan mencerdaskan bangsa dan mengembangkan kehidupan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawa  b kemasyarakatan dan kebangsaan”.  Pernyataan di atas dapat dijabarkan bahwa Pendidikan Nasional memiliki dua tujuan yaitu : a)   Tujuan sosial/makhluk sosial yaitu kehidupan bangsa.  b)   Tujuan individual yaitu mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.  Buku Biru BAB I Problematika Pendidikan dan cara Pemecahannya 2 Merujuk pada tujuan tersebut, Soedijarto (1993) mengatakan bahwa pendidikan adalah : a.   Mencerdaskan kehidupan bangsa.  b.   Meningkatkan kualitas manusia Indonesia. c.   Meningkatkan kemampuan manusia Indonesia termasuk kemampuan mengembangkan dirinya. d.   Meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. e.   Ikut mewujudkan tujuan nasional. JALUR, JENIS DAN JENJANG PENDIDIKAN 1)   Jalur pendidikan Menurut UU No. 2 tahun 1989, ada dua jalur pendidikan yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah a.   Jalur pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan.  b.   Jalur pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan memberan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar namun tidak harus berjenjang dan  berkesinambungan. Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang dilakukan dalam keluarga dan memberikan keyakinan agama, nilai  budaya, nilai moral, dan ketrampilan. 2)   Jenis pendidikan a.   Pendidikan umum Mengutamakan perluasan pengetahuan, peningkatan ketrampilan peserta didik dengan pengkhususan di tingkat akhir masa pendidikan.  b.   Pendidikan kejuruan Mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. c.   Pendidikan luar biasa Khusus untuk peserta didik penyandang kelainan fisik dan atau mental. d.   Pendidikan kedinasan Pendidikan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan untuk pegawai dan calon pegawai di bidang Pemerintah. e.   Pendidikan keagamaan Untuk mempersiapkan peserta didik agar lebih mendalami pengetahuan khusus tentang ajaran agamanya. f.   Pendidikan akademik Diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. 3)   Jenjang pendidikan Jenjang pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas : A.   Pendidikan dasar  Buku Biru BAB I Problematika Pendidikan dan cara Pemecahannya 3 Bagi anak yang telah berusia 7 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar selama 9 tahun yang meliputi jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. B.   Pendidikan menengah Pendidikan menengah meliputi pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan. C.   Pendidikan tinggi Pendidikan tinggi terdiri atas pendidikan akademik dan pendidikan professional. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi disebut perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi dan politeknik yang menyelenggarakan pendidikan professional. Ada juga yang berbentuk sekolah tinggi, institut dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau  professional sehingga berhak memberikan gelar Sarjana. Perbedaan antara akademi, politeknik dan sekolah tinggi adalah : -   Akademi menyelengarakan pendidikan terapan cabang ilmu pengetahuan teknologi atau kesenian tertentu. -   Politeknik menyelengarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang  pengetahuan khusus. -   Sekolah tinggi menyelengarakan pendidikan akademik atau professional dalam satu disiplin ilmu tertentu. Gelar-gelar yang diperoleh pada perguruan tinggi yaitu :    Sarjana untuk jenjang Strata Satu    Magister untuk jenjang Strata Dua    Doktor untuk jenjang Strata Tiga Profesor (Guru Besar) bukan gelar tetapi merupakan jabatan akademik. Pengangkatan Profesor didasarkan atas kemampuan dan prestasi akademik atau keilmuan tertentu. PESERTA DIDIK, PENDIDIK DAN KURIKULUM 1)   Peserta didik Pada jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah peserta didik disebut siswa. Pada pendidikan tinggi disebut mahasiswa. Pada kursus disebut peserta. 2)   Pendidik Pendidik di lingkungan keluarga disebut orang tua. Pendidik di sekolah disebut guru. Pendidik di perguruan tinggi adalah dosen. Pendidik di kursus disebut instruktur. 3)   Kurikulum Kurikulum yang digunakan oleh sekolah bersifat nasional disebut kurikulum nasional. Kurikulum tambahan yang berasal dari daerah setempat disebut kurikulum muatan lokal.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks