Research

61 views

Nama : Arum Palasari

Nama : Arum Palasari
of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Tags
Transcript
   Nama : Arum Palasari  Nim : 201710070311048 BAB 5 Teori Belajar Humanistik Husamah, Pantiwati.Y, Reatian.A, Sumarsono.P.2018.  Belajar dan Pembelajaran.  Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Humanistic dipelopori oleh Carl Rogres dan Abraham Maslow. Teori humanistic memandang bahwa proses belajar harus dimulai dan ditunjukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri. Teori humanistic mengedepankan sisi humanis manusia dan tidak menuntut jangka waktu bagi pelajar mencapai pemahaman yang diinginkan. Teori humanistic memandang kegiatan belajar merupakan kegiatan yang melibatkan potensi psikis yang bersifat kognitif, afektif, dan konatif. Teori humanistic merupakan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Teori humanistic berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Aplikasi teori humanistic dalam pembelajaran adalah gru lebih mengarahkan siswa untuk berfikir konduktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktiv dalam proses belajar. Peranan guru dalam teori humanistic adalah menjadi fasilitaator bagi para siwa, memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Fasilitator mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber belajar yang luas dan mudah di manfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. a.   Abraham Maslow Menurut koeswara(1991) konsep teori ini bersumber dari salah satu aliran filsafat modern, yaitu eksistensialisme. Aliran ini menolak paham yang mengatakan bahwa manusia hanya semata sebagai hasil bawaan atau lingkungan sepenuhnya, sebaliknya aliran ini mengatakan bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih, menentukan tindakannya dan nasibnya sebagai konsepkuensi atas eksistensinya.  b.   Cral Rogres  Teori belajar Cral Rogres merupakan salah satu teori belajar humanistic yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka membantu individu mengatasi masalah-maslah kehidupannya. Rogres meyakini bahwa siswa sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas guru hanya membimbing siswa menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogres, teknik- teknik assessment ukanlah hal yang  penting dalam melakukan trearment kepada siswa(sudrajat,2008). Rogres menganggap yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah  pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. c.   Kolb Klob mendefinisikan belajar sebagai proses dimana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman. Pengetahuan dianggap sebagai perpaduan anatara memahami dan menstraformasi pengalaman(eksperiensial). d.   Honey dan Mumfrod Menurut Budiningsih (2012) pandangan Honay dan Mumford menggolongkan orang yang belajar dalam empat macam kelompok yaitu kelompok aktiv, golongan reflector, kelompok teoristis, dan golongan  pragmatis. e.   Habermas Menurut Budingsih (2012) Habermas berpendapat bahwa belajar baru akan terjadi jika ada interaksi antara individu dan lingkungan. f.   Bloom dan Krathwohl Bloom dan Krathwohl lebih menekankan perhatiannya pada apa yang mesti dikuasai oleh individu(sebagai tujuan belajar), setelah melalui peristiwa- peristiwa belajar(Budingsih,2012). Taksonomi Bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat rendah hingga tinggi. Bloom dan Krathwohl menunjukan apa yang dikuasai siswa tercakup dalam tiga kawasan, yaitu kawasan kognitif,afektif, dan psikomotorik (utari,2011) g.   Combs Athur combs mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Combs menyatakan bahwa” kami akan terus meresapi konsep kami bahwa potensi manusia bertambah ketika menemukan kemampuan baru”. Pernyataan tersebut menunjukan bahwa setiap potensi yang di gali dan di asah akan muncul potensi-potensi lain yang melengkapi potensi yang sudah ada. Psikologi humanistic dalam pendidikan dalam nuansa humanistic akan membantu manusia kea rah pribadi yang sempurna dan mampu mencapai aktualisasi dirinya(Haryu,2006)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks